SELOMERTO-ADIWARNO.DESA.ID -- Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan pelayanan kepada masyarakat desa, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo fasilitasi Kepala Desa se-Kecamatan Selomerto agar menerapkan program inovasi administrasi pemerintahan desa yang mengusung penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE)
Sosialisasi dan Penerapan TTE bagi Pemerintah Desa se-Kecamatan Selomerto secara resmi dibuka oleh Camat Selomerto Mitro Sambodo, SE. MM., Kamis (05/10/2023).
Camat Selomerto Mitro Sambodo, SE. MM. mengatakan tujuan dari implementasi TTE ini untuk memudahkan dan meningkatkan efisiensi kerja di Pemerintahan Desa dalam pelayanan kepada masyarakat.
Turut hadir pada acara tersebut Kepala Bidang Informatika Sugeng Riyadi, S.Sos dan Staf Bidang Informatika Damar Wisnu, C.P,S.Kom.
"Inovasi implementasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) pada pemerintahan desa akan memudahkan kita untuk memeriksa autentikasi, keaslian, dan keutuhan naskah dinas yang dibubuhi TTE. Ini sesuai dengan peraturan perundangan yang mengatur TTE memiliki mekanisme anti-sangkal atau non-repudiasi, yang memastikan pemilik dokumen tidak dapat menyangkal bahwa dokumen tersebut adalah miliknya atau telah disahkan olehnya," jelas Damar Wisnu, C.P,S.Kom.
"TTE hanya dapat dilakukan oleh pemiliknya, memberikan jaminan kewenangan penanda tangan, dan memastikan dokumen naskah dinas telah disahkan sejak dalam bentuk elektronik. Hal ini akan membuat penanganan, pengiriman, penyimpanan, hingga pemusnahan dokumen elektronik lebih mudah dan ekonomis dibandingkan dengan dokumen fisik. Sederhananya bahwa dengan TTE, maka dokumen naskah dinas telah disyahkan sejak dalam bentuk elektronik. Penanganan, pengiriman, penyimpanan sampai dengan pemusnahan dokumen elektronik tentunya akan lebih mudah dan murah dari pada dokumen fisik," tambah Damar Wisnu, C.P,S.Kom.
Diskominfo Kabupaten Wonosobo telah melakukan PKS dengan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) sehingga Penggunaan TTE di Pemerintah Desa nantinya akan di implementasikan menggunakan aplikasi OpenSID yang dikembangkan oleh komunitas Open Desa yang telah berhasil melakukan Uji Kelayakan Sistem dari BSrE.